Rabu, 26 November 2014

8 Tips Menyiasati Rasa Jenuh Bekerja (Lagi Waras)8 Tips Menyiasati Rasa Jenuh Bekerja

MULAI malas-malasan dalam bekerja, serta tidak bersemangat saat di tmpat kerja bisa menjadi indikasi kamu mengalami kejenuhan dalam bekerja.  Berikut beberapa tips yang dapat menjadi jalan keluar untuk menyiasati rasa jenuh di tempat kerja.

1. Cari tahu penyebab rasa jenuh tersebut
 Penyebab rasa jenuh bisa datang dari dalam diri maupun dari lingkungan di sekitar. Jika rasa jenuh itu berasal dari dirimu, mulailah membangun sugesti positif terhadap bidang pekerjaan dan tugas-tugas yang diberikan kepadamu. Bersyukur atas pekerjaan yang kamu terima sebab banyak orang yang menginginkan pekerjaan namun tidak mendapatkannya.Namun, jika kejenuhan ini berasal dari faktor lingkungan, misalnya rekan kerja atau atasan yang tidak bersahabat dapat kamu jadikan tantangan untuk memberikan hasil kerja yang baik sehingga nantinya mereka justru merasa segan.

2. Pikirkan hal menyenangkan dari pekerjaan yang kamu tekuni
Ingat dan pikirkan kembali hal-hal menyenangkan yang kamu peroleh selama menekuni pekerjaan tersebut. Jadikanlah hal itu sebagai motivasi untuk kembali bersemangat dalam bekerja.

3. Carilah teman di tempat kerja
 Dengan memiliki teman, kamu memiliki tempat untuk berbagi keluh-kesah atau sekadar melakukan hobi bersama, seperti wisata kuliner atau menonton film. Kehadiran teman membuatmu tidak merasa sendirian dan melupakan sejenak rasa jenuh terhadap pekerjaan.

4. Tiru teman yang sangat mencintai pekerjaannya
 Selama hal tersebut positif, contohlah perilaku rekan kerjamu. Perhatikan atau berbagi mengenai caranya mengatasi beban pekerjaan yang begitu berat. Jadikan cara jitunya sebagai inspirasi bagimu untuk menambah motivasi bekerja.

5. Manfaatkan jatah cuti
Refreshing adalah langkah cepat dan tepat dalam menghilangkan rasa jenuh. Manfaatkan jatah cuti yang diberikan kantor dan lakukan liburan singkat yang dapat membuatmu rileks serta kembali segar.

6. Rencanakan masa depan
Saat mengalami fase jenuh, inilah waktu yang tepat bagimu untuk melihat dan menata kembali rencana masa depanmu. Apakah kamu akan tetap bertahan pada pekerjaan tersebut atau akan pindah ke bidang lainnya. Rencana masa depan yang jelas, dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan semangat kerja.

7. Ubah suasana kerja
 Perubahan suasana ini bisa berupa pengaturan ulang meja dan peralatan kantor di sekitarmu serta mengakrabkan diri dengan rekan kerja. Pajanglah berbagai benda atau foto di atas ata sekeliling meja yang selalu membuatmu bahagia dan termotivasi untuk bekerja.

8. Nikmati pekerjaanmu
 Dengan menikmati bidang pekerjaan yang kamu tekuni, pekerjaan seberat apapun akan terasa ringan. Namun, jika bekerja secara terpaksa, maka pekerjaan yang ringan akan menjadi berat dan pekerjaan yang berat akan semakin berat.
    ~Selamat Mencoba..~

Kenapa bisa mudah putus pada saat LDR (Hubungan Jarak Jauh)?

# bisa jadi komunikasi kalian yang kurang dan mengakibatkan timbul rasa was-was yang berlebihan
# faktor kepercayaan jika kalian masih labil belum dewasa mungkin, berfikir yang ada rasa takut kehilangan yang berlebihan
# faktor JENUH, hubungan yang baik dia selalu mencari celah dan selalu memebangun romantisme yang harus berjalan dengan baik
# faktor EGOIS, disaat memiliki kesibukan masing-masing hargailah dan sempatkanlah untuk menghubungi, karena dia selalu menunggu kabarmu
#JANGAN SEKALI-KALI BUAT CURHAT HUBUNGAN KAMU KE LAWAN JENIS, BISA JADI KAMU DIMANFAATIN SAMA PENDENGAR CURHATANMU,    CURHATLAH DENGAN PACAR.

Jawaban-jawaban diatas cukup bisa mengulas apa yang salah pada hubungan kalian, Evaluasi, mencari solusi itu bukan PUTUS tapi BETAHAN

#LDR: kita semua 1 perjuangan yaitu mempertahankan hubungan. Cuma ya kita masa mau kalah sama jarak ? "cemen kan" !!

#LDR: kita udah ditengah jalan kalau sampe putus berarti disia-siakanlah perjuangan yang sangat sulit untuk dilakukan selama itu.

Kita seperti Ombak.

Selalu tertabrak dan terus mencoba dan mencoba lagi, seperti aku yang selama ini mempertahankan hubungan kita, kita berdua sering tertabrak atau berbenturan dengan masalah, kecil, sedang dan besar sudah kita alami bersama dengan senyum, tawa atau tangisan kita selalu melewati mereka dan mencoba untuk berbuat baik dan lebih baik. aku selalu suka dimana aku dan kamu atau “kita.” masih bisa bersama hingga detik ini, atau detik dimana aku menyelesaikan tulisan ini, aku ingin hubungan kita tetap terjalaa dengan balutan cinta dan kasih sayang yang terus membelelungnya dan tidak akan sedikit pudar atau padam. aku ingin kita seperti pelangi, tidak suka sombong, dan selalu ceria dan bahagia serta berwarna. dan aku ingin kita seperti ombak yang selalu berbentur dengan masalah tetapi tetap semangat terus mencoba dan mencobanya lagi untuk mempertahankan “kita.” dengan bentuk apa yang disebut dengan indah.

Pada Awalnya Cinta, dan Persahabatan yang Membuatnya Bertahan

Seharusnya cinta tidak seperti banjir; sesaat meluap-luap menggenangi dan menenggelamkanmu dalam bahagia, tapi kemudian surut perlahan dan yang tersisa hanya lumpur kenangan.

Apalagi seperti kembang api; menyilaukanmu dalam gemerlap sekejap, dan kemudian menghilang lenyap dan kau terkatung dalam senyap.

Tantangan terbesar bagi cinta adalah waktu. Musuh terbesar bagi cinta bukanlah pengkhianatan, tetapi kebosanan.
Cinta bukanlah rumah yang tuntas sekali bagun. Bukan tugu yang kokoh bertahan melawan dera zaman dan kepungan lelumutan. Dia lebih seperti tanaman; jika dirawat dengan tekun akan tumbuh memekar, tetapi kalau dibiarkan telantar, akan layu, mengering hingga ke akar.

*****
Saya banyak bercermin kepada mereka yang bisa mempertahankan pernikahan sampai puluhan tahun. Diam-diam di dalam hati, pasangan yang setia sampai renta, selalu membuat saya iri.

Romanstisme bukanlah sepasang remaja ABG yang bergandengan tangan di depan loket penjual karcis bioskop, atau kata-kata puitis yang dikirim pria yang baru saja jatuh cinta, dua hari lalu. Tetapi Kakek dan Nenek yang berjalan tertatih, dan melihat mereka, kita tak pernah tahu, siapa sebenarnya yang sedang memapah siapa…
Sejauh yang saya mampu pelajari dari pasangan seperti itu, cinta ternyata hanya bisa diawetkan dengan persahabatan. Bisalah diibaratkan kalau cinta itu seperti motor 2 tak; meledak-ledak, kencang gak karu-karuan, tetapi boros dan kurang cocok untuk perjalanan panjang. Di sisi lain, persahabatan seperti motor 4 tak atau malah mobil diesel; mungkin agak kurang spontan, tetapi tidak saja tahan lebih lama, tetapi juga makin lama makin panas dan stabil.

Ada ungkapan yang agak sarkastis (tetapi sangat ada benarnya) bahwa cinta seharusnya berakhir dengan pernikahan. Artinya, ketika menikah cinta memang akan berakhir. Dan memang banyak pasangan yang tersentak ketika menyadari bahwa pernikahan ternyata tidaklah sederhana (apalagi seindah) yang dibayangkan.

Udah panjang aja nih tulisan. Yang mau disampaikan sesungguhnya, jadikanlah pasangan sebagai sahabat terbaik. Pastikan dia berada di tempat teratas daftar orang yang ingin Anda ajak curhat atau sekadar diskusi tentang apapun. Sempatkanlah bertukar lelucon terbaru dengannya. Cari atau bila penting ciptakan hobi yang bisa diminati bersama. Dsb. Hal-hal kecil, tetapi terbukti efektif mengukuhkan persahabatan, mendekatkan dua hati di tengah guncangan badai waktu.

Kepada Ia, Pria Sesudah Aku...

Kawan, kepadamu aku sering keheranan
bagaimana bisa, engkau diperdaya ia yang
tak punya daya setelah habis kuperdaya?

engkau hanya sebatas buatnya kagum
tapi tidak sekali-kali ia merasa nyaman
engkau hanya bisa (mencoba) buatnya bahagia
tapi takkan sudi merawat luka-lukanya

dan kedegilan hatiku, kata perempuan itu
seperti kijang haus yang tetap berlarian
meski tahu hutan dalam tahun kekeringan

kau bisa menganggapku gema
yang hingga kini bergaung di kepalanya
lebih nyaring, dari tuhan yang menjerit...

Hal-Hal yang Tak Mampu Mulutku Jawab...

Suatu hari kamu pernah bertanya padaku:"mas, bagaimana laku kita nanti,jika kita sudah tak saling cinta lagi?""mas, bagaimana nasib cinta nanti,jika kepedulian satu sama lain sudah mati rasa?""mas, bagaimana nasib doa- doa nanti,jika cemas tak lagi mau membahasakan kita?""mas, bagaimana nasib kata-kata nanti,jika mereka tak lagi menguntaikan indah kita?""mas, bagaimana nasib sepasang mata nanti,jika yang mereka lihat, hanya bayang hitam semata?""mas, bagaimana nasib keningku nanti,jika bibirmu tak rutin menciuminya lagi?""mas, bagaimana nasib rambutku nanti,jika jemarimu tak membelainya lagi?""mas, bagaimana nasib kepalaku nanti,jika bahumu tak jadi pondok tepi lautnya lagi?""mas, bagaimana nasib ingatanku nanti,jika senyumanmu enggan bertamu lagi?""mas, bagaimana nasib orang tuaku nanti,jika tahu anak gadisnya rutin mengurung diri?""mas, bagaimana nasib lampu-lampu kota nanti,jika terangnya tak menyatakan bayang-bayang kita lagi?""mas, bagaimana nasib baju-bajuku nanti,jika wangi tubuhmu tak bersemayam di sana lagi?""mas, bagaimana nasib puisi-puisi kita nanti,jika jantungnya direnggut oleh tangan-tangan sepi?""mas, bagaimana nasib langit biru nanti,saat engkau tak terbang tinggi di sana lagi?""mas, bagaimana nasib masa depanku nanti,saat kamu, potongan mimpiku, abai dan pergi?" "mas, bagaimana nasib bagaimana nanti,jika aku terlalu lelah, untuk mempertanyakanmu lagi?" —Dik, kata-kataku kehilangan tajinya.

Aku Mengingatmu yang Rumah dari Gelap Rimba

"Tenang saja kekasihku,
toh bumi ini masih bulat.
Semakin aku menjauh darimu
semakin dekat aku padamu."

Kelewat nekat, ia cari hikmat.
Hanya berbekal sepotong roti
dan sebotol jernih airmata kekasihnya.
Isak tangis jadi ngiang di kepalanya.

"Selagi kuat tulangmu, jadilah petualangku.
Daki lah gunung hingga puncaknya larung,
agar nantinya leluasa melihat dunia kita.
Atau cukup selami diri di musim semi,
agar bisa perlihatkan luas dunia milikmu!"


Ataukah memang harus aku lepas saja
penjelajahan yang makan waktu berhari-hari
untuk kembali menjalani gaya hidup
serba nikmat sebelum mengenal kau.