Rabu, 26 November 2014

Ada Apa Dengan Cinta? (Remake) Bagian Kedua.


PRAAANNGGG!!

Ternyata Rangga mendengar kata kata Cinta, lalu dia mengangkat Suyono dan melemparkannya ke Jendela. Sungguh terlalu. Rangga kemudian pergi, sementara itu, Cinta memungut buku milik Rangga itu, dan membawanya ke Rumah, untuk dibaca tentunya, masa iya buku dimasak, emang Kangkung Cyin.

Rangga tersadar, bahwa bukunya telah hilang, dia kebingungan, saking bingungnnya, dia muterin komplek rumahnya sebanyak 7 kali, seraca sedang tawaf.

"Buku! dimana kamu!" Sambil mencari cari, Rangga berteriak.

"Bukunya hilang mas? berapa tahun? cirinya apa mas?" tanya tukang soto.

"Tinggi selutut, rambut dikucir, trus ada tahi lalat di idung, kira kira sampean gila gak mas? saya itu lagi nyari buku, bukan anak kecil" jawab rangga pada tukang soto.

"La sampean itu apa gak gila juga, udah tahu yang dicari buku kok ya teriak teriak, emang buku punya telinga apa?" balas si tukang soto.

"Ah ribet ah, ngomong sama tukang soto yang o’on" ejek Rangga.

"Ye, gila kok gak mau ngaku, dasar gila, eessss" kemudian si tukang soto meninggalkan Rangga.

"Jangan beli sotonya abang ini, mengandung formalin, awas!" teriak Rangga di tengah komplek sambil lari meninggalkan si tukang soto.

"Eh Sialan lu, jangan lari bocah nakal! terima ini!" lalu si tukang soto melemparkan gerobak sotonya ke Rangga.

WINNGGG… GROBRYAK! KROMPYANGG!!

"Rasain tuh! ngehek lo!" si tukang soto ngejek sambil melet melet.

"aduh, salah nih ngejekin si abang, ketimpa grobak dah, sial!" sesal Rangga karena telah mengejek si tukang soto.

Tiba tiba di depannya muncul sesosok bayangan putih menawan tapi bukan setan, dan ternyata itu Cinta. Ternyata Cinta ingin mengembalikan buku tersebut, pas momentnya, ketika Rangga kebingungan mencarinya.

"Nih, aku kembaliin buku kamu, bukunya ketinggalan di Ruang Mading pas kamu ngamuk di sana" kata Cinta tersenyum sambil mengembalikan buku kepada Rangga.

"Terima kasih, kamu baik sekali, aku tak tahu lagi jika buku ini tidak aku temukan" balas Rangga.

"Sama sama, tapi maaf ya, aku sampul ulang, habis kemaren jatuh, trus keinjek, lalu kena e.ek ayam, jadi aku bersihin dulu, hhi" Cinta tersipu malu.

"Oh, gak papa, aku suka kok sama pink dan gambar teddy bear ini, unyuu.."

Karena peristiwa itulah, Rangga menjadi dekat dengan Cinta. Beberapa hari kemudian, Rangga mengajak Cinta ke Kwitang, tempat ia membeli buku lama. karena terlalu lama, banyak buku buku tua yang masih menggunakan huruf Heroglyph ataupun Pallawa.

"Eh Cin, liat deh, bagus ini bukunya, lihat, bisa buat ngitung perkalian sama tambah tambahan, cekidot deh"

"Itu kalkulator Rangga, ini baru yang namanya buku, jangan bercanda ah" kata Cinta.

"Ye, itu mah pulpen tauk, hhe. Cinta pinter becanda ternyata, ucul" puji Rangga.

"Hei kalian, kalau niat mau beli pilih yang bener, kalkulator sama pulpen kok di bilang buku, ini yang namanya buku" potong tukang jualan buku sambil memegang sebuah benda, ternyata sebuah panci.

"Diihhh. bapaknya bisa becanda juga ikh, hahaha, bisa juga ah bapak"

"Hehe, kan biar lucu atuh aden, namanya juga plesetan, asik kalau kepleset pleset, hihi" jawab bapak tukang jualan buku sambil menunjukkan wajah imutnya.

Tiba tiba terdengar suara elpiji 3kg meledak di dekat Kwitang. lalu Cinta teringat akan janji menonton konser bersama teman-temannya.

"Aduh Rang, aku lupa!"

"Lupa kenapa Cinta? kamu lupa matiin kompor gas di rumah kamu?" tanya Rangga.

"Bukan, aku lupa kalau sekarang aku harus nonton konser Srimulat sama temen temen" Cinta panik.

"Ya sudah, buruan gih ngesot, keburu telat ke konsernya" saran Rangga.

Cinta pun meninggalkan Rangga untuk menonton konser Srimulat.

Pada suatu malam Rangga dan Cinta kencan di sebuah kafe. Kafe Meong namanya, salah satu Kafe yang tersebar di seluruh Indonesia Raya. Kafe yang sederhana namun sangat kental suasana kekeluargaannya ini, menjadi tempat andalan Rangga dan Cinta untuk kencan. Namun sebelum Cinta berangkat, Alya menelepon untuk memintanya ke rumah. Namun Cinta berbohong bahwa ia akan pergi ke rumah sakit.

*backsound: NSP keong racun*

"Moshi moshi, Cin, bisa ke rumahku sekarang gak?" Alya menelepon.

"Waduh, kayaknya gak bisa deh, pintu ajaib doraemonnya masih dipinjem Giant, [baca: Jaiyen-red, jangan terlalu EYD banget ya] belum di balikin, jadi gak bisa" Cinta membalas SMS Alya.
~masih belum TAMAT..~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar